Come and Join The 1st ITB International Choir Competition and Festival Paduan Suara ITB XXII!! July 2010, Bandung, Indonesia
Come and Join The 1st ITB International Choir Competition and Festival Paduan Suara ITB XXII!! July 2010, Bandung, Indonesia
Even if you were a million miles away
I could still feel you in my bed
Near me, touch me, feel me
And even at the bottom of the sea
I could still hear inside my head
Tellin’ me, touch me, feel me
And all the time you were tellin’ me lies
So tonight, I’m gonna find a way to make it without you
Tonight I’m gonna find a way to make it without you
I’m gonna hold on to the times we had tonight
I’m gonna find a way to make it without you
Have you ever tried sleeping with a broken heart?
Well, you could try sleeping in my bed
Lonely, on me nobody ever shut (?) it down like you
You want a crown
You made my body feel heaven bound
Why don’t you hold me
Near me, I thought you told me
You’d never leave me
Looking in the sky I could see your face
And I know right where I fit in
Take me, make me, you know that I’ll always be in love
With you
Right til the end OOh
So tonight, I’m gonna find a way to make it without you
Tonight I’m gonna find a way to make it without you
I’m gonna hold on to the times we had tonight
I’m gonna find a way to make it without you
Anybody could’ve told you right from the start
It’s bound (?) to fall apart
So rather than hold on to a broken dream
We’ll just hold on to love
And I could find a way to make it
Don’t hold on too tight
I’ll make it without you tonight
So tonight, I’m gonna find a way to make it without you
Tonight I’m gonna find a way to make it without you
I’m gonna hold on to the times we had tonight
I’m gonna find a way to make it without you
(via icanread)
YEAH YOU!
Umpamakan Tuhan adalah seorang ahli matematika ulung.
Umpamakan dunia ini sebagai suatu bidang cartesian.
Umpamakan hidup kita adalah suatu fungsi unik super rumit yang Tuhan buat.
Umpamakan jalan hidup kita sebagai grafik fungsi unik super rumit itu.
Mungkin bagi beberapa orang hidup tak perlu serumit bagi yang lainnya. Itu untuk mereka yang beruntung hanya diberi fungsi polinom eksponensial pangkat sekian. Mungkin untuk mereka puncak dan lembah saja. Cukup. Mereka tahu mereka kontinu di domain bilangan real.
Tapi, bagi beberapa orang yang lain, (mereka yang dianggap Tuhan memeiliki kemampuan lebih) mereka dianugerahi fungsi rasional dengan nilai mutlak, double bracket, dan akar sebagai penyebutnya. Mereka dibingungkan dengan masalah kekontinuan, titik kritis, keberadaan turunan, dan domain imajiner.
Bagi mereka yang jalan hidupnya hanya fungsi eksponensial saja, mencintai seseorang mungkin adalah karunia. Tawa-tawa mereka akan membahana. Senyum-senyum ceria mereka tebar di penjuru dunia. Itu saat kejayaan mereka. Titik stasioner di hidup mereka yang nilainya maksimum. Jangan salahkan mereka tersenyum!
Bagi yang lainnya, yang jalan hidupnya adalah fungsi rasional dengan domain-domain imajiner, hal yang sama bisa jadi neraka. Mereka bisa meragu atau membiru. Yang jelas, langkah mereka tidak lagi pasti. Mereka hitung satu-satu langkah tak tentu. Nafas-nafas mereka butuh pemecahan adenosin trifosfat dalam jumlah yang masif. Sehingga, mereka melemah. Mungkin untuk mereka yang biasanya menebar ceria mendadak menjadi seorang durjana. Tatap matanya tidak lagi kau lihat bercahaya.
Celakanya, bagi orang seperti mereka, saat jatuh hati adalah saatnya membagi. Dunia tidak lagi milik mereka sendiri. Alasan mereka hidup bukan lagi untuk mereka sendiri. Bahkan, dunia tempat mereka menjarah adalah orang yang mereka cintai.
Yang mereka harapkan tidak pernah banyak. Sebarang bertemu sejam tiap harinya untuk saling mengungkap kebutuhan akan presensi lewat sinyal-sinyal niraudio yang superhalus yang cuma bisa dipahami berdua. Atau sekecil menambah beban hidupnya dengan cerita sedih hidup mereka. Atau sekedar bisa memandang indah mereka beberapa jenak dalam intensitas yang tinggi.
Dunia bagi mereka jadi tidak indah. Rutinitas mereka jadi memuakkan. Detik-detik mereka harusnya anugerah. Nafas-nafas mereka idealnya disyukurkan. Namun, di momen seperti itu, mereka malah berharap mati daripada tidak bersama “dunia”nya.
Mereka dalam posisi ini adalah jiwa terlabil yang ada di dunia. Harapan-harapan mereka melambung tinggi jauh di mega luas. Mereka tak sadar terkadang bahwa yang diharapkannya mungkin tidak terkabul.
Jadi, tolong, menengoklah sebentar. Lalu kembalilah jadi kau yang biasanya dengan mereka serta.
Sekian.
