a person in a life

rahadian dimas prayudha is the name.
an engineering student who enjoys literature and art.
an arrogant person that loves philosophy.
an overdramatic-thoughts owner.
and a constantly confused mind.
yes, he's just confused.

find me on : Facebook or Twitter

    Audio
    [Flash 9 is required to listen to audio.]

    Even if you were a million miles away
    I could still feel you in my bed
    Near me, touch me, feel me
    And even at the bottom of the sea
    I could still hear inside my head
    Tellin’ me, touch me, feel me

    And all the time you were tellin’ me lies

    So tonight, I’m gonna find a way to make it without you
    Tonight I’m gonna find a way to make it without you
    I’m gonna hold on to the times we had tonight
    I’m gonna find a way to make it without you

    Have you ever tried sleeping with a broken heart?
    Well, you could try sleeping in my bed

    Lonely, on me nobody ever shut (?) it down like you
    You want a crown
    You made my body feel heaven bound
    Why don’t you hold me
    Near me, I thought you told me
    You’d never leave me

    Looking in the sky I could see your face
    And I know right where I fit in
    Take me, make me, you know that I’ll always be in love
    With you
    Right til the end OOh

    So tonight, I’m gonna find a way to make it without you
    Tonight I’m gonna find a way to make it without you
    I’m gonna hold on to the times we had tonight
    I’m gonna find a way to make it without you

    Anybody could’ve told you right from the start
    It’s bound (?) to fall apart
    So rather than hold on to a broken dream
    We’ll just hold on to love

    And I could find a way to make it
    Don’t hold on too tight
    I’ll make it without you tonight 

    So tonight, I’m gonna find a way to make it without you
    Tonight I’m gonna find a way to make it without you
    I’m gonna hold on to the times we had tonight
    I’m gonna find a way to make it without you

    Photo
  1. (via icanread)
YEAH YOU!

    (via icanread)

    YEAH YOU!

  2. Quote
  3. "I know God won’t give me anything I can’t handle. I just wish he didn’t trust me so much."
    Mother Teresa (via quote-book)
  4. Text
  5. Ketika Seseorang Berarti Seluruh Dunia Bagimu

    Umpamakan Tuhan adalah seorang ahli matematika ulung.

    Umpamakan dunia ini sebagai suatu bidang cartesian.

    Umpamakan hidup kita adalah suatu fungsi unik super rumit yang Tuhan buat.

    Umpamakan jalan hidup kita sebagai grafik fungsi unik super rumit itu.

    Mungkin bagi beberapa orang hidup tak perlu serumit bagi yang lainnya. Itu untuk mereka yang beruntung hanya diberi fungsi polinom eksponensial pangkat sekian. Mungkin untuk mereka puncak dan lembah saja. Cukup. Mereka tahu mereka kontinu di domain bilangan real.

    Tapi, bagi beberapa orang yang lain, (mereka yang dianggap Tuhan memeiliki kemampuan lebih) mereka dianugerahi fungsi rasional dengan nilai mutlak, double bracket, dan akar sebagai penyebutnya. Mereka dibingungkan dengan masalah kekontinuan, titik kritis, keberadaan turunan, dan domain imajiner.

    Bagi mereka yang jalan hidupnya hanya fungsi eksponensial saja, mencintai seseorang mungkin adalah karunia. Tawa-tawa mereka akan membahana. Senyum-senyum ceria mereka tebar di penjuru dunia. Itu saat kejayaan mereka. Titik stasioner di hidup mereka yang nilainya maksimum. Jangan salahkan mereka tersenyum!

    Bagi yang lainnya, yang jalan hidupnya adalah fungsi rasional dengan domain-domain imajiner, hal yang sama bisa jadi neraka. Mereka bisa meragu atau membiru. Yang jelas, langkah mereka tidak lagi pasti. Mereka hitung satu-satu langkah tak tentu. Nafas-nafas mereka butuh pemecahan adenosin trifosfat dalam jumlah yang masif. Sehingga, mereka melemah. Mungkin untuk mereka yang biasanya menebar ceria mendadak menjadi seorang durjana. Tatap matanya tidak lagi kau lihat bercahaya.

    Celakanya, bagi orang seperti mereka, saat jatuh hati adalah saatnya membagi. Dunia tidak lagi milik mereka sendiri. Alasan mereka hidup bukan lagi untuk mereka sendiri. Bahkan, dunia tempat mereka menjarah adalah orang yang mereka cintai.

    Yang mereka harapkan tidak pernah banyak. Sebarang bertemu sejam tiap harinya untuk saling mengungkap kebutuhan akan presensi lewat sinyal-sinyal niraudio yang superhalus yang cuma bisa dipahami berdua. Atau sekecil menambah beban hidupnya dengan cerita sedih hidup mereka. Atau sekedar bisa memandang indah mereka beberapa jenak dalam intensitas yang tinggi.

    Dunia bagi mereka jadi tidak indah. Rutinitas mereka jadi memuakkan. Detik-detik mereka harusnya anugerah. Nafas-nafas mereka idealnya disyukurkan. Namun, di momen seperti itu, mereka malah berharap mati daripada tidak bersama “dunia”nya.

    Mereka dalam posisi ini adalah jiwa terlabil yang ada di dunia. Harapan-harapan mereka melambung tinggi jauh di mega luas. Mereka tak sadar terkadang bahwa yang diharapkannya mungkin tidak terkabul.

    Jadi, tolong, menengoklah sebentar. Lalu kembalilah jadi kau yang biasanya dengan mereka serta.

    Sekian.

    love hurts

  6. Photo

Powered by Tumblr Theme by Matt